03 January 2011

a new day in 2011

3 january 2011

hari nie bangun seperti weekend2 biasa.
tapi god, todayis monday.
supposedly dah gerak pg hospital and follow up patient and then lari pg komed..
dgr dr. Y membebel kutuk2.
then pg tunggu dr visit.
and ikut pg poli, and then ikut operation.
all that routines.
rite now.. NIL..

takde pape untuk utk dibuat.
melainkan membersihkan bilik an clean clean clean..

2 hari lagi before balik malaysia.
omg! i can't wait.

what i need rite now:

1. new bag.

2. new shoes

3. work clothes

4. just clothes.

5. new jeans (got them yay!~)

6. paeds and OnG books.

01 January 2011

dan berakhirlah sebuah cerita..

with dr Malikuswari specialist neurosurgeon
with scrub nurses in OT
with specialist anesthesia
with dr Syamsul and dr dr Wuri both surgeon specialists

dengan dr Asep specialist orthopedic

dengan nurse kat poliklinik yang baik
dengan nurse2 yang baik hati
dengan dr Herda specialist Urology

my favourite people during bedah


tahun 2010 dah berakhir.
and so does my surgery rotation..
and walaupun banyak pahit dari yg manis.
but i still love my rotations here.
dari interna sampai bedah..
sbb doc yg sgt baik.

ye, saya dah lulus both interna and bedah karawang.
terima kasih doc yang banyak membantu..

now that 2010 is over.
and dah dapat holiday.
means??? i'm going home..

hari nie dah kene start kemas bilik nak balik Jakarta..
been so long since last balik jakarta..
now nak balik..
and rabu nie nak balik Malaysia..
yay~~


30 December 2010

reality. article from kompas

Remy Sylado

Kompas ikut membikin ramai klaim-klaiman Indonesia terhadap Malaysia, mencantumkan judul lagu ”Terang Bulan” sebagai ciptaan orang Indonesia.

Sebelumnya beberapa brodkas TV stel yakin mencocokkan lagu kebangsaan Malaysia ”Negaraku” dengan lagu ”Terang Bulan”. Malahan seseorang yang mengaku anak Sjaiful Bachri, pemusik Indonesia yang pernah ”lari” ke Malaysia, sebagai pencipta ”Terang Bulan”.

Salah satu, jika bukan satu-satunya media pers Indonesia pada 1957 yang memuat berita tentang ”Terang Bulan” menjadi lagu kebangsaan Malaysia adalah majalah Musika No 1 Th I September 1957. Majalah yang dipimpin Wienaktoe itu menurunkan berita berjudul ”Negaraku” sebagai berikut: ”Melodi lagu ’Terang Bulan’ jang kesohor itu achirnja dengan resmi diterima sebagai lagu kebangsaan Malaya pada hari kemerdekaan tanggal 31 Agustus 1957 j.l. dengan diberi nama dan tekst baru ’Negaraku’. Pihak RRI dan Pemerintah Indonesia untuk menjatakan penghargaannja, telah melarang diputar dan dimainkan atau diperdengarkan melodi tsb pada setiap kedjadian biasa”.

Kalau kita membaca Het Nationale Volkslied oleh Margreet Fogteloo & Bert Wikie (AW Bruna Uitgevers BV Utrecht), jelas diuraikan bahwa ”Negaraku” yang dulu di Indonesia dikenal sebagai ”Terang Bulan” adalah ciptaan orang Perancis bernama Pierre Jean de Béranger (1780- 1857).

Siapa sebenarnya orang ini? Ensiklopedia pertama yang terbit setelah Indonesia merdeka, Ensiklopedia Indonesia, 1954, oleh TS Mulia dan KAH Hidding mencatat nama Pierre Jean de Béranger sebagai pencipta sejumlah lagu rakyat (Pr chanson populaire, Ing. folk song, Bld, volkslied). Di antara ciptaannya yang terkenal di Indonesia sejak zaman penjajahan Perancis di sini, Februari-Agustus 1811, sampai digegaskannya Bandung sebagai Parijs van Java, 1925, adalah Chansons morales et autres, Chansons nouvelles, Chansons inédites.

Selama itu, pengaruh kebudayaan Perancis di Indonesia, jadi bukan di Malaysia, memang besar. Di Manado, yang sekarang disebut katrili, dan merupakan kesenian tradisional, berasal dari kata bahasa Perancis quadrille. Lalu, di Bandung, teater tradisional longser merupakan serapan kata bahasa Perancis, aba-aba seorang sutradara mengucapkan kata longer untuk bergerak lalu. Dan, jangan lupa kereta sado di Batavia berasal dari bahasa Perancis dos à dos, artinya duduk saling memunggung.

Tetapi, di antara tokoh-tokoh seni Perancis yang pernah lama mukim di Indonesia, bukan Malaysia, adalah penyair terkemuka perkusor Simbolisme abad ke-19, Arthur Rimbaud. Pada 1876 penyair ini tinggal di Salatiga sebagai serdadu batalion I infanteri. Tentang dirinya di Salatiga bisa dibaca dalam Het Koninklijk Negerrlands-Indisch Leger 1830- 1950 oleh Zwitzer & Heshusius (Staatsuitvegerij ’s-Gravenhage).

Salah seorang sahabat Rimbaud, René du Bois, bahkan menetap di lereng gunung Ungaran sampai tua, dan termasuk yang dikunjungi Mata Hari (Margareha Geertruide Zelle) sang ’polyglot harlot’ yang dieksekusi mati oleh otoritas Perancis pada Perang Dunia I sebagai mata-mata.

Maunya, dengan sekelumit gambaran ini, jangan sampai gairah klaim-klaiman Indonesia terhadap Malaysia lantas melupakan peribahasa ”semut di seberang laut tampak gajah di depan mata tak tampak”. Sebab, kita juga punya kebiasaan nyolong.

Sebagai pembuka ingatan, perhatikan dua lagu yang dianggap memiliki pathos kebangsaan, yaitu lirik ”Dari barat sampai ke timur berjajar pulau-pulau”, dan ”Kulihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati”. Yang pertama mengingatkan lagu Perancis ciptaan Rouget de Lisle. Memang hanya bagian depan, bagian yang sama dimanfaatkan Beatles juga.

Tetapi yang kedua, ”Kulihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati”, adalah 100% pencurian atas lagu gereja ”What a Friend We Have in Jesus”. Tidak tahu apa ilusi grup musik perempuan asal Surabaya, Dara Puspita, pada 1960-an menyanyikannya menjadi ”Ibu Pertiwi sedang bersusah”. Lagu himne ini aslinya diciptakan oleh Horatius Bonar pada lirik dan Charles Crozat Converse pada musik, dan dicatat hak ciptanya pada 1876 lewat Biglow & Main.

Harapannya, dalam klaim- klaiman yang sedang panas sekarang ini, jangan pula melahirkan pemeo baru ”Sesama pencuri jangan saling mendahului”. Sebab, ujungnya kalau urusan marah-marah ini dibeberkan dengan kasus-kasus plagiat yang ternyata tidak sepi di Indonesia, malunya harus ditanggung bersama.

Sekadar contoh lain untuk mengingatkan itu, pada 1971 Markas Besar Angkatan Darat, ditandatangani oleh Brigjen Soerjadi, telah membuat malu memberi piagam kepada Ismail Marzuki sebagai komponis yang disebut mencipta lagu ”Auld Lang Syne”. Periksa Lagu-Lagu Pilihan Ismail Marzuki, oleh WS Suwito, Titik Terang, Jakarta. Tentu saja ini ngawur yang menyedihkan. Lagu ”Auld Lang Syne” itu nyanyian tradisional Skot yang digubah oleh Robert Burn dan dicatat penciptaannya melalui Preston & Son, London, 1799.

Sebelum itu, Ismail Marzuki disebut juga sebagai pencipta lagu ”Als die orchideeën bleien” dan ”Panon Hideung”. Padahal, lagu yang pertama, yang kemudian berlirik bahasa Indonesia ”Bunga anggrek mulai timbul”, adalah ciptaan Belloni, pemimpin orkes Concordia Respavae Crescunt, yang dinyanyikan oleh Miss Lie pada 1922.

Yang kedua, ”Panon Hideung” adalah lagu tradisional Rusia, diaransemen di Amerika oleh Harry Horlick & Gregory Stone dan masuk hak cipta pada 1926 di bawah Carl Fischer, Inc, lalu diperkenalkan di Indonesia, melalui Bandung pada tahun yang sama oleh pemusik Rusia bernama Varvolomeyev.

Termasuk Presiden RI Soekarno, pada 1961 membuat kesalahan memberikan Piagam Widjajakusuma kepada Ismail Marzuki, yang menyebut dalam piagam itu bahwa lagu ”Hallo- hallo Bandung” adalah ciptaan Ismail Marzuki. Padahal, lagu itu aslinya ciptaan seorang prajurit Siliwangi bernama Lumban Tobing yang dinyanyikan bersama peleton Bataknya dari long march Yogya-Bandung di zaman revolusi. Tentang kematiannya bisa dilihat lukisannya di Museum Siliwangi, Jl Lembong, Bandung.

Lagu ”Hallo-hallo Bandung” ciptaan Lumban Tobing ini hanya sama judul, tapi beda melodi dan lirik dengan lagu Belanda nyanyian Willy Derby pada 1929 ketika radio NIROM (Nederlands Indische Radio Omroep Maatschappij) beroperasi di Bandung versi baru rekaman ini dinyanyikan lagi oleh Wieteke van Dort di TV Belanda dalam De Stratemakeropzeeshow, 1972, dan dicetak teksnya pada 1992 dalam De Wduwe van Indië.

Nah, ”Terang Bulan” juga tersua dalam De Wduwe van Indië dalam dua teks, yaitu bahasa Indonesia gaya KNIL dan bahasa Belanda. Kita baca teks yang pertama saja:

Terang boelan

terang boelan di kali

Boewaja timboel

katanja lah mati

Djangan pertjaja

orang lelaki

Brani soempa

dia takoet mati.

Asal saja teks lama di atas tidak jadi ejekan kepada kita, Indon, sebagai ”brani soempa, dia takoet mati”. Kalau ada tuduhan begitu, rasanya elok diingat teriakan Bung Karno dulu, ”Ganyang Malaysia!”

Remy Sylado Pengamat Musik, Novelis, Dramawan

23 December 2010

cemas.

exam hari selasa.
taktau nak amek case apa. n i takut sgt.
walaupun org cakap dapat combination doc yg bonam.
tapi still so not ready nak exam..
org lain lebih berpengetahuan kot.

saya kosong!!!

18 December 2010

exam then straight home.

my exam will begin in 2 weeks time. thus i have to be ready.
since i'm soo clueless right now.
i don't master anatomy yet,
i think i can't remember all the symptoms and patophysiology yet.
but i got the drive and motivation right now.
so, FULL SPEED ahead!!!~
because~

after exam nak balik MALAYSIA!!~
owh yeah!!~
hehehes.
nak balik... dah 6 bulan tak balik. so longggg.
sbb nak balik..
omg dah tak boleh befikir.
cz i'm so happy.
but right now jantung like takikardia.
sbb takut nak exam. okayy.

07 December 2010

ƪ(‾ε‾“)ʃ

I envy those yg dpt pg TPM nye dinner.
Even worse yg dapat chance to win an iPad that night.
Nvm. Sabar sket je lagi. Duduk karawang for like 3 weeks more then hopefully dpt lah keluar dari sini.
Semua perayaan dah sambut kat sini.
Even anniversary with Z pun kat sini.
Totally bored.
Dah hampir 5 bulan kat sini.
Hopefully cukup lah..
Nak cuti. But ntahlah.
See how things go.
I'd never apply for a holiday unless dpt, akan terima..

Yesterday, waktu ikut operation craniotomy.
Must be bcz tak makan, or bgn tiba2 terkejut, or perut mcm kruk2, and kepala berpinar, saya pitam during operation.
Am angry with muself why can't I be stronger.
Duduk sini for bedah, eventho doc sgt lah baik.
But perawat OK keji taknak bg hecting unless we promised them sumthing in return.
Sedih. Dapat cycle kat sini je. That's why nak try sumwhere else.

Mungkin ada hikmah nye kot.
We'll see..
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

05 December 2010

(⌣́_⌣̀")

I never thought yg keje jadi doctor akan sepenat ini.
I mean, tak sangka langsung sepenat ini.
Working long hours. Kadang2 on weekend, late night, oncall.
Sgt memenatkan.

Tapi kene jadi kuat
Cz nie jalan yg dah dipilih. Huhu..
Surgery cycle dah nak habes.
Tinggal lagi sebulan je.
After that tgk lah dapat cycle apa.
Eventho dah apply forensic UI
If tak dpt and dapat stag pun still akan gembira.
Cz tak sanggup nak duduk kat karawang lagi.
Huhu.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!